Selasa, Agustus 25, 2009
Penulis Inggris Lecehkan Alquran
"Kitab suci umat Islam itu adalah sebuah buku dengan satu dimensi yang memiliki nilai sastra rendah. Jika dibandingkan dengan Injil, maka pesan-pesannya terkesan "gersang", ujar dia dalam wawancara dengan majalah The Sunday Times yang dilansir Telegraph, Ahad (23/8).
Faulks mengaku telah membaca Alquran dalam terjemahan bahasa Inggris untuk membantunya dalam penulisan novel terbarunya, A Week in December, yang rencananya akan dipublikasikan bulan September mendatang.
Karya terbarunya ini dibuat dengan latar belakang London modern dengan karakter cerita seorang istri anggota parlemen Inggris termuda, seorang supir Tube, seorang manajer keuangan, dan seorang perekrut teroris Islam kelahiran Glasgow bernama Hassan Al Rashid.
Dalam penelitian untuk karakter Al Rashid inilah, Faulks mengaku mulai menyelami Alquran, Kitab suci pegangan umat Islam sebagai firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.
“Benar-benar buku yang menekan. Hanya ocehan dari orang gila. Bersifat hanya satu dimensi, dan orang-orang berbicara mengenai keindahan bahasa Arab, namun terjemahan bahasa Inggris yang saya baca, dari sudut pandang sastra, sangat mengecewakan,” kata Faulks.
Menurutnya, Alquran tidak menawarkan kisah yang menarik dibandingkan dengan Bibel. Alquran hanya memberitahu pembacanya untuk percaya pada Tuhan atau “terbakar selamanya”.
“Pesan-pesannya juga terasa kering.. Maksud saya, ada beberapa bagian yang menyinggung soal diet, Anda tahu, mirip dengan Perjanjian Lama (Taurat), yang juga gila. Namun, kehebatan dari Perjanjian lama adalah adanya kisah-kisah yang menakjubkan. Dari 100 kisah yang diceritakan, sekitar 99-nya kemungkinan ada di dalam Perjanjian Lama dan sisanya di dalam Homer,” ujar dia.
“Alquran tidak memiliki kisah-kisah semacam itu. Alquran juga tidak memiliki dimensi etika seperti Perjanjian Baru (Injil), dan tidak ada rencana baru untuk kehidupan.”
Faulks juga mempertanyakan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan membandingkannya dengan Yesus.
“Yesus, tidak seperti Muhammad, memiliki hal-hal menarik untuk dikatakan. Ia menyodorkan sebuah metode revolusioner dalam melihat dunia: cintai tetanggamu, cintai musuhmu, bersikap baik pada orang lain, orang yang sabar akan mewarisi bumi. Muhammad tidak memiliki hal lain untuk dikatakan pada dunia, kecuali, “Jika engkau tidak percaya pada Tuhan, engkau akan terbakar selamanya,” kata dia.
Sementara itu, Ajmal Masroor, seorang imam dan juru bicara Masyarakat Islam untuk Inggris, menyatakan dia tidak menganggap deskripsi Faulks tentang Alquran.
“Saya dapat menyusun daftar ribuan cendekiawan, politikus, dan akademisi yang tidak mengatakan apa pun selain pujian terhadap Alquran, dan saya berbicara mengenai mereka yang non-Muslim. Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, dan Bill Clinton adalah beberapa di antaranya” ujar dia.
“Menurut saya, komentarnya itu menggelikan, bukan menyerang. Terdengar seperti celotehan orang yang sedikit benci dan tidak obyektif. Saya berharap dapat mendiskusikan Alquran dengannya,” imbuh Masroor.
Masroor juga menambahkan bahwa pernyataan Faulks itu berisiko memicu kebencian agama atas umat Islam.
“Serangan terhadap Islam bukan hal yang baru, namun bahayanya hal ini akan menimbulkan efek yang 'menetes'. Orang-orang sepertinya tidak memahami konsekuensi dari mengucapkan hal-hal seperti ini bisa sangat buruk. Sejarah memberitahu kita bahwa ejekan bisa memicu kebencian.”
Dalam kesempatan terpisaha, Inayat Bunglawala dari Dewan Muslim Inggris mengomentari sudut pandang Faulks mengenai Alquran sebagai penilian yang cenderung “tertutup”.
“Nabi Muhammad seringkali direndahkan oleh banyak orang, baik di zaman beliau maupun setelah beliau yang menyebutnya sebagai ‘orang gila’ atau ‘kesurupan roh jahat’ sebagai sebuah upaya untuk menyingkirkan pesan-pesannya yang indah,” tambah dia.
“Sebastian Faulks mungkin perlu menarik pelajaran bahwa mereka yang melecehkan Nabi saat ini semuanya telah lama dilupakan, sedangkan Nabi masih diingat dengan rasa cinta dan kekaguman". tlg/taq
Senin, Juni 08, 2009
Doa-Doa Imam Mahdi (1835-1908)
Bismillaahir rohmaanir rohiim
Assalamu 'alaikum wr.wb.
“Robbi farham ummata muhammadin wa ashlih haalahum wa thohhir baalahum wa azilla balaa’ahum wa sholli wa sallim wa baarik ‘alaa nabiyyika wa habiibika muhammadin khotamin nabiyyin wa khoiril mursaliin wa aalihith-thoyyibiin ath-thoohiriin wa ash-haabihi ‘amaaidil millati waddiini wa ‘alaa jamii’i ‘ibaadikash shoolihiin” aamiin
Wahai Tuhanku, kasihanilah ummat Muhammad (saw.), perbaikilah kondisi mereka, sucikanlah hati mereka dan hilangkanlah kegelisahan mereka. Limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkatan atas Nabi dan Kekasih-Mu, Muhammad (saw.), Khātamin-Nabiyyīn dan sebaik-baik utusan. Demikian pula, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkatan kepada keluarga beliau yang baik dan suci, kepada para shahabat yang telah menjadi tokoh-tokoh agama yang tangguh dan kepada segenap hamba-hamba Engkau yang salih”.
Aamiin
“Wahai Tuhan-ku, aku tidak bertawakal kecuali kepada-Mu, aku tidak mengadu kecuali pada-Mu dan tidak ada tempat berlindung kecuali kepada Dzat-Mu sendiri. Tidak ada perbekalan kecuali ayat-ayat-Mu, maka jika Engkau telah mengutus-ku dengan perintah dari-Mu untuk mengadakan perbaikan atas kelompok hamba-hamba-Mu maka segeralah ikuti dengan pertolongan-Mu dan dukunglah aku sebagaimana Engkau telah mendukung orang-orang yang benar. Jika Engkau mencintai-ku dan telah memilih-ku maka janganlah Engkau menghinakan-ku seperti orang orang yang terkutuk dan hina. Jika Engkau tinggalkan aku maka siapa lagi yang akan menjaga-ku selain Engkau, sedangkan Engkau adalah sebaik-baik pemelihara. Wahai Tuhanku, tangkislah hala-hal yang membahayakan diriku dan janganlah Engaku legakan hati musuh-musuhku dalam memusuhiku maka tolonglah aku dalam menghadapi orang-orang ingkar”.